Cara Budidaya Seledri Organik Terbukti Berhasil

Tahukah Anda tentang Cara Budidaya Seledri Organik Terbukti Berhasil? Seledri merupakan salah satu tanaman yang sangat sering dijadikan sebagai tanaman berkhasiat untuk obat bagi kesehatan tubuh manusia.

Cara Budidaya Seledri Organik Terbukti Berhasil

Cara Budidaya Seledri Organik Terbukti Berhasil

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Apium graveolens ini mempunyai berbagai bagian dengan fungsi dan manfaat yang berbeda.

Misalnya bagian daun, seledri dapat dijadikan sebagai penghias makanan atau dikonsumsi sebagai lalapan.

Sedangkan bijinya dipakai sebagai bahan penyedap dan ekstrak dari minyak seledri bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan obat-obatan.

Selain karena manfaat tanaman ini dinilai luar biasa, cara budidaya seledri organik juga pada dasarnya mudah dipraktekkan dan tidak membutuhkan teknik khusus untuk melakukannya.

Daerah budidaya seledri

Usaha budidaya tanaman seledri merupakan salah satu bisnis tani yang cocok diterapkan di daerah dataran tinggi berketinggian 1.000 sampai 1.200 meter dari permukaan laut sehingga tanaman tersebut kurang pas apabila harus ditanam di daerah dataran rendah.

Harus diketahui pula bahwa tanaman seledri organic kurang tahan dengan curah hujan yang tinggi sehingga lokasi dan daerah yang dipergunakan haruslah ditentukan dengan sebaik mungkin.

Sementara itu, tanah yang dibutuhkan untuk menerapkan budidaya seledri adalah tanah yang mengandung bahan-bahan organic dan juga gembur dengan tingkat keasaman pH 5,5-6,5.

Jika tanah yang digunakan untuk budidaya seledri terlalu asam, maka tambahkanlah unsure kapur atau dolomite supaya lebih seimbang.

Cara Budidaya Seledri Organik

Secara garis besar, ada dua cara yang bisa dipraktekkan untuk menanam seledri, yaitu lewat generative atau vegetative. Berikut ini perbedaan diantara keduanya, yaitu:

1. Perbanyakan generative (dari biji).

Cara budidaya seledri organik yang satu ini cocok dipraktekkan dalam skala luas alias untuk kebutuhan komersial. Cara mempraktekkannya, antara lain:

  • Rendam biji dengan air hangat sekitar 1 jam dengan suhu 50 sampai 60 derajat Celsius.
  • Siapkan baki semai atau bedengan yang terdiri dari campuran kompos dan tanah (1:2) yang diayak bersamaan.
  • Lindungi tanaman dari air hujan dan terik matahari langsung dengan plastic bening di baki semai.
  • Ciptakan alur garitan di bagian atas baki dengan kedalaman 0,5 cm berjarak 10-20 cm. tebarkan biji benih dalam alur tersebut, kemudian tutup dengan tanah dan suram agar kelembapannya terjaga.
  • Siram dengan air setiap pagi atau sore dengan kapasitas yang secukupnya, jangan sampai basah atau kekeringan.
  • Pindahkan bibir ke pot atau polybag setelah 3-4 helai daun mulai tumbuh atau sekitar 1 bulan lamanya.

2. Perbanyakan vegetative (dari anakan).

Teknik budidaya yang satu ini cocok dilakukan untuk skala rumahan dan bisa dilakukan jika Anda telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Berikut ini cara yang bisa diterapkan, antara lain:

  • Ambil anakan dalam tanaman seledri yang sudah ada.
  • Pindahkan ke dalam pot atau polybag yang baru.
  • Jika bibit sudah siap dipindahkan, siapkan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, arang sekam dan juga kompos yang diayak dengan ukuran perbandingan 1:1:1. Arang sekam dipakai agar porositasnya baik sehingga bobot media tanam lebih ringan dan membuat pot dan polybag lebih mudah dipindahkan. Arang sekam bisa juga diganti menggunakan sekam jerami, padi atau serbuk gergaji. Pastikan bebas hama dan penyakit.

3. Cara merawat budidaya seledri

Melakukan perawatan terhadap tanaman seledri terbilang mudah. Anda perlu melakukan penyiraman pagi dan sore secara rutin sampai tanaman berumur 7 hari. Kemudian, frekuensi penyiraman cukup 2 sampai 3 kali dalam satu minggu tergantung dari kondisi cuaca.

Jangan lupa berikan pupuk organic cair sebagai pupuk susulan yang efektif menutrisi tanaman seledri Anda. Campurkanlah 10 ml pupuk cair dengan 1 liter air sebelum digunakan.

Dosisnya sekitar 100 ml per polybag dan dilakukan 1 sampai 2 minggu sekali. Jika tidak ada pupuk cair, Anda juga bisa menggunakan pupuk kompos, pupuk hayati atau pupuk kandang sebagai pupuk pengganti.

4. Hama budidaya seledri

Biasanya, budidaya seledri organic menggunakan pot atau polybag sangat jarang bermasalah dengan gangguan hama dan penyakit.

Tapi lain halnya dengan budidaya skala luas yang cukup rawan dengan masalah hama dan penyakit. Beberapa hama yang sering dijumpai antara lain ulat tanah, kutu, tungau dan keong.

Sedangkan penyakit yang sering terjadi antara lain bercak septoria, virus aster yellow dan juga cercospora.

Agar masalah tersebut tidak menghampiri, pastikanlah pencegahan dilakukan sejak dini dengan memilih benih yang baik, menjaga sanitasi kebun serta melakukan pemupukan yang baik.

Jika hama atau penyakit besar-besaran sudah terlanjur menghampiri, tidak adanya Anda menggunakan pestisida organic.

5. Panen budidaya seledri organik

Setelah semua tahapan dan cara budidaya seledri organik dilakukan, waktunya panen tiba.

Panen pertama dilakukan ketika tanaman berumur 1 sampai 3 bulan, caranya dengan memotong pangkal batang secara berkala atau mencabut tanaman keseluruhan.

Frekuensinya bisa dilakukan sekitar 1 sampai 2 minggu sekali dan berakhir jika anakan tidak produktif lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *